forex trading logo

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Czech English French German Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

Link SKPD

LPSE SULTENG

Bappeda Sulteng

dishubkominfo.sulteng.go.id

Dinas Pekerjaan Umum Daerah Provinsi Sulteng

ESDM SULTENG

Dinas Kesehatan Daerah Sulteng

Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Propinsi Sulteng

Dinas Pendidikan Daerah Sulteng

KUMPERIND.SULTENG.GO.ID

DINAS SOSIAL DAERAH SULTENG

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

BKPPD SULTENG

Dinas Kelautan & Perikanan Sulteng

Dinas Pertanian

BADAN KESBANGPOL LINMAS SULTENG

Biro Hukum

KP2TD SULTENG

disbudpar.sulteng.go.id

INSPEKTORAT.SULTENG.GO.ID

Home Kabupaten/Kota Kota Palu
Kota Palu PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Monday, 07 November 2011 03:42

KOTA PALU

Gambaran Umum dan Kondisi Geografi Kota Palu
Kota Palu merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas wilayah 395,06 km2. Secara administratif Kota Palu terbagi dalam 4 kecamatan dan 43 kelurahan yaitu kecamatan Palu Barat, kecamatan Palu Selatan, kecamatan Palu Timur dan kecamatan Palu Utara. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Kota Palu mencapai 335.297 jiwa, terdiri dari laki-laki 169.207 jiwa dan perempuan 166.090 jiwa dengan sex rasio 102 persen, dengan tingkat kepadatan 794 jiwa per km2. Sebaran kepadatan penduduk tertinggi berada di wilayah kecamatan Palu Selatan dan yang terendah di wilayah kecamatan Palu Timur. Ciri akulturatif Kota Palu menunjukkan heterogenitas warganya. Penduduk Kota Palu terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama. Agama Islam dianut oleh sebagian besar penduduknya 80,25 persen, Kristen 13,70 persen, Katolik 2,67 persen, Hindu 0,99 persen dan Budha 2,39 persen. Sedangkan suku asli yang mendiami Lembah Palu sebagian besar suku Kaili.

Potensi Daerah
Pada Tahun 2009 produksi Kakao Kota Palu diperkirakan sebesar 56 ton dengan luas tanam 168 Ha. Produksi Kakao tersebut disuplai oleh 3 (tiga) kabupaten terbesar sebagai penghasil Kakao di Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso. Sebagai komoditi yang menjadi fokus produk unggulan, capaian nilai ekspor Kakao yang keluar dari pintu pelabuhan Pantoloan mencapai 120.000 ton hingga 180.000 ton.
Jumlah produksi Perkebunan Kelapa meningkat sebesar 296 ton dengan luas areal tanam sebesar 276 ha, dibanding tahun 2008 yang hanya mencapai 203 ton dengan luas areal tanam 246 ha, dengan peningkatan produksi 0,5 persen. Perkebunan Kelapa menyebar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Palu.
Luas kawasan hutan di Kota Palu adalah 17.306 Ha, yang terdiri atas Taman Hutan Rakyat (Tahura) seluas 5.789 Ha, Hutan Lindung  seluas  7.141 Ha, dan Hutan Produksi Terbatas 4.376 Ha. salah satu hasil hutan yang juga merupakan komoditas unggulan Kota Palu yaitu rotan.

Rotan merupakan kompetensi inti Kota Palu. Beberapa jenis rotan khas (endemik) yang diminati pasar domestik dan internasional adalah jenis Lambang Batang, Tohiti, Tohiti Noko dan beragam jenis lainnya. Produksi Rotan Kota Palu mencapai 200 ton hingga 300 ton per tahunnya, dengan luas kawasan hutan yang ditumbuhi diperkirakan seluas 4.000 Ha, dan menyebar di Kelurahan Kawatuna dan Kelurahan Poboya. Produksi Rotan Kota Palu termasuk besar mengingat produksi Rotan secara nasional mencapai 750 ton per tahun.

Bawang Goreng Kota Palu merupakan bawang khas dengan aroma rasa yang gurih. Bawang ini diberi nama Varietas Bawang ’Primadona’ Palu yang sangat diminati oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Luas panen Bawang tahun 2009 sebesar 163 Ha dengan produksi 6.526 ton, dengan rata-rata hasil produktivitas lahan 40,04 kw/ha.  Selain bawang goreng juga tersedia varietas Nangka Palu dalam bentuk kripik nangka yang menjadi cinderamata khas Kota Palu.
Luas perairan Teluk Palu yang berada dalam wilayah pengelolaan Pemda Kota Palu adalah 189 km2.  Produksi perikanan laut di Kota Palu Tahun 2009 sebesar 2.789,5 ton dengan nilai produksi 57,779 miliar rupiah.

Jenis kegiatan budidaya di perairan Teluk Palu yaitu budidaya ikan dengan metode: (1) Keramba Jaring Apung (KJA) dan Sawah capaian produksinya 0,16 ton dengan nilai produksi Rp. 6.000.000,- ; (2) Budidaya laut dan kolam capaian produksi 266,30 ton dengan nilai produksi 1,674 miliar rupiah.
Sektor Peternakan merupakan salah satu potensi unggulan di Kota Palu. Pada tahun 2009 Populasi ternak terbesar adalah Kambing yaitu 134.424 ekor, Domba yaitu 22.519 ekor, Sapi yaitu 8.531 ekor. Sedangkan populasi unggas yang terbesar yaitu Ayam pedaging 3.766.350 ekor dengan produksi daging 4.281,59 ton, Ayam Kampung 737.774 ekor dengan produksi daging 2.004,9 ton dan produksi telur 442,66 ton, Ayam Ras Petelur 159.260 ekor dengan produksi daging 69,67 ton dan produksi telur 1.793,4 ton, dan Itik 2.579 ekor dengan produksi daging 0,98 ton dan produksi telur 70,23 ton.

Potensi tambang di Kota Palu yang sudah dieksploitasi yaitu tambang galian pasir, batu dan kerikil (sirtukil) melalui izin kategori Galian C seluas 60 Ha dari total 220 Ha yang dicadangkan. Wilayah yang telah dieksploitasi diantaranya adalah Sungai Lambagu, Sungai Njoli, Bukit Poilina, Sungai Nggolo, perbukitan Daenusa, Sungai Wala, Sungai Palupi, Sungai Taipa, Sungai Tawaeli dan Bukit Buluripipi. Potensi lainnya seperti Gips juga tersebar di sejumlah titik di Kota Palu (Kelurahan Tondo dan Layana Indah) Kecamatan Palu Timur, Tanah Urug di Kecamatan Palu Timur dan Palu Selatan dan potensi tambang emas  di Kelurahan Poboya.
Jumlah perusahaan industri di Kota Palu tahun 2009-2010 sebanyak 374 perusahaan, yang terdiri atas 313 perusahaan industri kecil, 44 perusahaan industri menengah dan 17 perusahaan industri besar. Semua dari jenis perusahaan industri itu telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.298 orang. Hal ini berdampak positif pada peningkatan nilai tambah sektoral terhadap pendapatan regional Kota Palu.

Nilai tambah di sektor industri pengolahan mengalami peningkatan dari Rp. 610.189.000.000,- tahun 2008 menjadi Rp. 672.287.000.000,- pada tahun 2009 (10,18 persen). Hasil ini diikuti meningkatnya nilai Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga berlaku dari Rp. 4.655.152.000.000,- tahun 2008 menjadi Rp. 5.332.677.000.000,- tahun 2009 (14,55 persen).
Neraca perdagangan Kota Palu menunjukkan angka surplus. Pada tahun 2009 neraca perdagangan Kota Palu di sisi ekspor mencapai US$ 210.194,98 ribu dan nilai impor sebesar US$ 0,02 ribu.

Kota Palu terdapat 12 pasar tradisional dan 12 pusat perbelanjaan modern yang lokasinya menyebar di empat kecamatan. Salah satu dari pusat perbelanjaan modern yang dibanggakan warga Kota Palu adalah Mall Tatura Palu (MTP) di jalan Emmy Saelan. Terdapat beragam pilihan berwisata di Kota Palu. Salah satunya adalah wisata bahari. Beberapa titik lokasi wisata bahari di Kota Palu antara lain di Taman Ria, Pantai Talise, Pantai Mamboro dan Pantai Tumbelaka. Lokasi-lokasi tersebut berada di sepanjang garis pesisir Teluk Palu.

Selain wisata bahari, pilihan wisata kuliner khas Kota Palu juga tersedia. Wisatawan dapat mencicipi makanan khas seperti Kaledo yang sajiannya berupa kuah sejenis sup dengan bahan utama daging sapi pada bagian kaki dan disajikan bersama ubi kayu, jagung maupun nasi putih. Pilihan lainnya adalah Uve Mpoi, air kuah dengan rasa asam pedas yang khas. Bahan utama adalah daging sapi yang di iris kecil-kecil, dapat dinikmati bersama burasa (beras yang disantan dan dimasak dengan cara direbus. Beras dibungkus dengan daun pisang muda).  Pilihan kuliner lainnya adalah Uta Dada. Jenis makanan ini serupa kari atau opor dengan bahan utama daging ayam dan disajikan bersama ketupat.

Salah satu masakan yang menjadi hidangan favorit warga Kota Palu lainnya adalah Sayur Kelor. Sayur yang  berbahan dasar dari daun kelor, dimasak dengan santan kelapa. Sayur kelor ini sering disantap bersama tumis ikan teri yang diracik pedas (Duo) atau  dengan Palumara, yaitu kuah asam dengan bahan dasar daging atau ikan.

(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

Last Updated on Wednesday, 09 November 2011 03:13
 


Copyrigh © 2001 - 2011 Situs Resmi Pemda Propinsi Sulawesi Tengah - All Rights Reserved - Penampilan ke-3 Sejak online Tahun 2001 - di Kelola Oleh BAPPEDA SULTENG.