| Kota Palu |
|
|
|
| Written by Webmaster |
| Monday, 07 November 2011 03:42 |
|
Rotan merupakan kompetensi inti Kota Palu. Beberapa jenis rotan khas (endemik) yang diminati pasar domestik dan internasional adalah jenis Lambang Batang, Tohiti, Tohiti Noko dan beragam jenis lainnya. Produksi Rotan Kota Palu mencapai 200 ton hingga 300 ton per tahunnya, dengan luas kawasan hutan yang ditumbuhi diperkirakan seluas 4.000 Ha, dan menyebar di Kelurahan Kawatuna dan Kelurahan Poboya. Produksi Rotan Kota Palu termasuk besar mengingat produksi Rotan secara nasional mencapai 750 ton per tahun. Bawang Goreng Kota Palu merupakan bawang khas dengan aroma rasa yang gurih. Bawang ini diberi nama Varietas Bawang ’Primadona’ Palu yang sangat diminati oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Luas panen Bawang tahun 2009 sebesar 163 Ha dengan produksi 6.526 ton, dengan rata-rata hasil produktivitas lahan 40,04 kw/ha. Selain bawang goreng juga tersedia varietas Nangka Palu dalam bentuk kripik nangka yang menjadi cinderamata khas Kota Palu. Jenis kegiatan budidaya di perairan Teluk Palu yaitu budidaya ikan dengan metode: (1) Keramba Jaring Apung (KJA) dan Sawah capaian produksinya 0,16 ton dengan nilai produksi Rp. 6.000.000,- ; (2) Budidaya laut dan kolam capaian produksi 266,30 ton dengan nilai produksi 1,674 miliar rupiah. Potensi tambang di Kota Palu yang sudah dieksploitasi yaitu tambang galian pasir, batu dan kerikil (sirtukil) melalui izin kategori Galian C seluas 60 Ha dari total 220 Ha yang dicadangkan. Wilayah yang telah dieksploitasi diantaranya adalah Sungai Lambagu, Sungai Njoli, Bukit Poilina, Sungai Nggolo, perbukitan Daenusa, Sungai Wala, Sungai Palupi, Sungai Taipa, Sungai Tawaeli dan Bukit Buluripipi. Potensi lainnya seperti Gips juga tersebar di sejumlah titik di Kota Palu (Kelurahan Tondo dan Layana Indah) Kecamatan Palu Timur, Tanah Urug di Kecamatan Palu Timur dan Palu Selatan dan potensi tambang emas di Kelurahan Poboya. Nilai tambah di sektor industri pengolahan mengalami peningkatan dari Rp. 610.189.000.000,- tahun 2008 menjadi Rp. 672.287.000.000,- pada tahun 2009 (10,18 persen). Hasil ini diikuti meningkatnya nilai Produk Domestik Regional Bruto berdasarkan harga berlaku dari Rp. 4.655.152.000.000,- tahun 2008 menjadi Rp. 5.332.677.000.000,- tahun 2009 (14,55 persen). Kota Palu terdapat 12 pasar tradisional dan 12 pusat perbelanjaan modern yang lokasinya menyebar di empat kecamatan. Salah satu dari pusat perbelanjaan modern yang dibanggakan warga Kota Palu adalah Mall Tatura Palu (MTP) di jalan Emmy Saelan. Terdapat beragam pilihan berwisata di Kota Palu. Salah satunya adalah wisata bahari. Beberapa titik lokasi wisata bahari di Kota Palu antara lain di Taman Ria, Pantai Talise, Pantai Mamboro dan Pantai Tumbelaka. Lokasi-lokasi tersebut berada di sepanjang garis pesisir Teluk Palu. Selain wisata bahari, pilihan wisata kuliner khas Kota Palu juga tersedia. Wisatawan dapat mencicipi makanan khas seperti Kaledo yang sajiannya berupa kuah sejenis sup dengan bahan utama daging sapi pada bagian kaki dan disajikan bersama ubi kayu, jagung maupun nasi putih. Pilihan lainnya adalah Uve Mpoi, air kuah dengan rasa asam pedas yang khas. Bahan utama adalah daging sapi yang di iris kecil-kecil, dapat dinikmati bersama burasa (beras yang disantan dan dimasak dengan cara direbus. Beras dibungkus dengan daun pisang muda). Pilihan kuliner lainnya adalah Uta Dada. Jenis makanan ini serupa kari atau opor dengan bahan utama daging ayam dan disajikan bersama ketupat. Salah satu masakan yang menjadi hidangan favorit warga Kota Palu lainnya adalah Sayur Kelor. Sayur yang berbahan dasar dari daun kelor, dimasak dengan santan kelapa. Sayur kelor ini sering disantap bersama tumis ikan teri yang diracik pedas (Duo) atau dengan Palumara, yaitu kuah asam dengan bahan dasar daging atau ikan. (Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah) |
| Last Updated on Wednesday, 09 November 2011 03:13 |







Kabupaten/Kota 


