forex trading logo

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Czech English French German Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

Link SKPD

LPSE SULTENG

Bappeda Sulteng

dishubkominfo.sulteng.go.id

Dinas Pekerjaan Umum Daerah Provinsi Sulteng

ESDM SULTENG

Dinas Kesehatan Daerah Sulteng

Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Propinsi Sulteng

Dinas Pendidikan Daerah Sulteng

KUMPERIND.SULTENG.GO.ID

DINAS SOSIAL DAERAH SULTENG

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

BKPPD SULTENG

Dinas Kelautan & Perikanan Sulteng

Dinas Pertanian

BADAN KESBANGPOL LINMAS SULTENG

Biro Hukum

KP2TD SULTENG

disbudpar.sulteng.go.id

INSPEKTORAT.SULTENG.GO.ID

Home Kabupaten/Kota Kab Poso
Kab Poso PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Monday, 07 November 2011 03:43

KABUPATEN POSO

Kab PosoLuas wilayah Kabupaten Poso adalah 8.712,25 km2 atau 12,8% dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Tengah. Secara administratif, hingga tahun 2009 terbagi menjadi 18 Kecamatan, 133 Desa dan 23 Kelurahan.
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 oleh BPS, Jumlah penduduk Kabupaten Poso mencapai 209.252 jiwa yang terdiri dari perempuan 100.504 Jiwa  dan laki–Laki 108.748 jiwa dengan sex rasio 108 dan tingkat kepadatan penduduk rata-rata mencapai 20 jiwa per km2.
Kota Poso terletak di bibir pantai menghadap teluk Tomini di salah satu lengkungan ’lengan’ pulau Sulawesi. Hal ini membuat posisi Kabupaten Poso menjadi sangat strategis di tengah-tengah pulau Sulawesi. Transportasi dari dan ke utara – selatan yaitu Makassar, Palu – Gorontalo dan Manado, serta timur – barat yaitu Luwuk – Palu, mesti melalui Poso sebagai daerah sentral. Tidak heran bila sebenarnya Poso lebih dahulu dikenal sebagai salah satu kota penting dalam sejarah perdagangan dan pemerintahan di daerah Sulawesi.

Potensi Daerah Kabupaten Poso

Sektor pertanian masih merupakan sektor yang sangat dominan dalam perekonomian Kabupaten Poso, karena sektor pertanian selain sebagai penyumbang terbesar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Poso yaitu sebesar 43,88 persen pada tahun 2009 dan merupakan sumber utama mata pencaharian penduduk dengan menyerap tenaga kerja terbesar yaitu 59 persen dari jumlah penduduk berumur 15 tahun keatas.
Disamping sektor pertanian, Kabupaten Poso juga memiliki potensi perkebunan yang cukup signifikan seperti kakao, kelapa, kopi, cengkeh dan vanili sebagai produk utama. Pada tahun 2009 jumlah produksi kakao mencapai 28.646 ton dengan luas areal tanam 35.793 Ha, produksi kelapa mencapai 3.194 ton dengan luas areal tanam 3.357 Ha, produksi kopi mencapai 574 ton dengan luas areal tanam 899 Ha, produksi cengkeh mencapai 155 ton dengan luas areal tanam 1.719 Ha dan produksi vanili sebesar 45 ton dengan luas areal tanam 424 Ha.
Hutan yang sangat luas dengan kekayaan didalamnya, dengan pengelolaan yang tepat tanpa merusak ekosistem yang ada merupakan suatu sumber ekonomi yang besar. Produksi yang dihasilkan meliputi kayu belahan/potongan (kayu pertukangan), kayu bakar, bambu, rotan, damar dan sebagainya.
Kabupaten Poso memiliki Hutan Lindung seluas 299.170 Ha, Hutan Produksi Biasa Tetap seluas 79.144 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas 271.747 Ha, Hutan yang dapat Dikonversi seluas 34.157 Ha dan Hutan Suaka Alam serta Hutan Wisata seluas 145.452 Ha.
Ternak babi merupakan potensi yang cukup besar di Kabupaten Poso disamping ternak lainnya. Pada tahun 2009 Populasi ternak babi di Kabupaten Poso berjumlah 66.708 ekor, populasi sapi berjumlah 11.155 ekor, populasi kerbau berjumlah 2.902 ekor, populasi kambing berjumlah 1.040 ekor, populasi kuda mencapai 550 ekor.  Sementara itu ternak ayam kampung di Kabupaten Poso tahun 2009 populasinya mencapai 235.359 ekor, ayam pedaging sebanyak 41.975 ekor, populasi ayam ras petelur mencapai 11.262 ekor dan populasi ternak itik sebanyak 16.756 ekor.
Selain sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan, Kabupaten Poso juga memiliki komoditas unggulan di sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Pada tahun 2009 produksi perikanan tangkap laut dan umum mencapai 4.942,91 ton dengan nilai produksi sebesar 69,828 miliar rupiah, produksi perikanan budidaya tambak mencapai 116,40 ton dengan nilai produksi 406 juta rupiah, produksi perikanan budidaya laut mencapai 103 ton dengan nilai produksi 453 juta rupiah, produksi perikanan budidaya kolam mencapai 96,10 ton dengan nilai produksi sebesar 1,025 miliar rupiah dan produksi perikanan budidaya karamba mencapai 41 ton dengan nilai produksi sebesar 790 juta rupiah.

Pariwisata

  • Taman Nasional Lore Lindu (Kab Donggala dan Kab Poso) seluas 230.000 Ha mengandung potensi flora dan fauna tropis khas Sulawesi dan patung Megalith.
  • Danau Poso yang terletak di daerah Tentena merupakan salah satu danau terdalam dan terindah di Indonesia. Bentangan danau seluas kurang lebih 32.000 Ha dengan kedalaman sampai 510 m,  menawarkan keindahan alam yang menantang untuk dinikmati dan ditelusuri. Pinggirannya berpasir putih keemasan dan airnya yang jernih berombak seperti laut. Selain mengundang wisatawan, danau Poso juga menarik minat para ilmuwan untuk melakukan penelitian. Karakteristik air danau juga mengundang investor yang kini mengembangkan ikan jenis-jenis tertentu untuk pasaran ekspor. Danau Poso masih menyisakan banyak peluang dan tantangan dieksplorasi untuk pengembangan lebih lanjut.
  • Air Terjun Saluopa, merupakan air terjun bersusun 12 tingkat yang dikelilingi hutan tropis yang menawan. Air terjun ini terletak di terletak di sebelah barat kota Tentena, Poso. Wisatawan dapat naik ke tingkat yang tertinggi melalui bebatuan di bawah derasnya air. Pemandangan sekitarnya membawa keteduhan alami.
  • Gua Pamona dan Latea merupakan penanda tradisi toraja yang hadir di kawasan ini sejak lama. Dalam gua ini dapat ditemukan tengkorak dan tulang-tulang mayat persis yang dapat dilihat di gua-gua alam pemakaman tana toraja. Gua ini terletak di daerah Tentena.
  • Peninggalan Purbakala
  • Festival Danau Poso merupakan pekan budaya rakyat poso yang diadakan setiap tahun di kawasan danau Poso. Keunikan budaya yang dipadu dengan keindahan alami danau Poso menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati festival ini setiap tahun.
  • Tarian Budaya, Modero yang saat ini menjadi salah satu ciri khas Budaya Poso diiringi dengan musik. Tarian modero saat ini sudah banyak dimodifikasi bahkan meluas pada kelompok suku bangsa lainnya di Sulawesi Tengah.

(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

Last Updated on Wednesday, 09 November 2011 03:12
 


Copyrigh © 2001 - 2011 Situs Resmi Pemda Propinsi Sulawesi Tengah - All Rights Reserved - Penampilan ke-3 Sejak online Tahun 2001 - di Kelola Oleh BAPPEDA SULTENG.