|
KABUPATEN MOROWALI
Gambaran Umum Kabupaten Morowali Secara administratif hingga tahun 2009, luas wilayah + 15.490,12 Km2 dan terbagi dalam 14 kecamatan, 230 desa dan 10 kelurahan. Kabupaten Morowali merupakan daerah trofis memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tahun 2009 curah hujan rata-rata yang tercatat di Stasiun Beteleme terendah berkisar 2.280 mm, dan tertinggi 3.513 mm. Berdasarkan klasifikasi Schmidt-Fergusson wilayah Morowali tergolong iklim A atau sangat basah dengan suhu udara rata-rata bulanan berkisar antara 25,80 oC sampai 28,40 oC. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 oleh BPS, jumlah Penduduk Kabupaten Morowali mencapai 206.189 jiwa, terdiri dari laki-laki 106.922 jiwa dan perempuan 99.267 jiwa, dengan sex rasio 108. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,09 persen, dengan kepadatan penduduk rata-rata 12 jiwa per km2.
Potensi Daerah Pembangunan ekonomi kabupaten Morowali masih bertumpuh pada sektor pertanian dengan kontribusi utama pada sub sektor tanaman pangan dan perkebunan. Pada sub sektor tanaman pangan, khususnya Produksi padi di Kabupaten Morowali cukup tinggi. Pada tahun 2009 total produksi adalah 51.017 ton dengan tingkat produktivitas 40,08 kw/ha, dengan luas panen sebesar 12.700 Ha. Produksi ini meliputi padi sawah dengan jumlah produksi sebesar 49.442 ton dengan produktivitas 40,74 kw/ha dan padi ladang sebesar 1.457 ton dengan produktivitas 25,84 ton. Di sektor perkebunan daerah ini memiliki komoditi utama nasional, yaitu kelapa sawit, kakao, kelapa dan jambu mete. Pada tahun 2009 jumlah produksi kelapa sawit mencapai 117.340 ton dengan luas areal tanam 6.114 Ha, produksi kakao mencapai 10.600 ton dengan luas areal tanam 12.617 Ha, Produksi kelapa mencapai 698 ton dengan luas areal tanam 1.638 Ha dan produksi jambu mete mencapai 258 ton dengan luas areal tanam 1.417 Ha. Kabupaten Morowali memiliki potensi sumberdaya hutan yang cukup besar. Pada tahun 2009 Kabupaten Morowali memiliki hutan seluas 1.158.846 Ha, terdiri dari Hutan Lindung seluas 436.756 Ha, Hutan Produksi Biasa Tetap seluas 181.366 Ha, Hutan Produksi Terbatas seluas 238.177 Ha, Hutan yang dapat Dikonversi seluas 61.216 Ha dan Hutan Suaka Alam serta Hutan Wisata seluas 241.331 Ha. Hasil hutan non kayu, kulit dan daun mencapai 29.777,185 Ton, dan hasil perbaruan (madu) 23.604 liter.
Berdasarkan kondisi geografi dan topografinya, Kabupaten Morowali memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Penggunaan sarana transportasi dan alat tangkap yang masih sederhana berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Jenis ikan ekonomis tinggi, seperti kakap, cakalang, dan tuna, tentu saja masih sulit ditangkap. Selama ini jenis ikan pelagis ekonomis rendah seperti kembung, teri, dan layang yang banyak ditangkap nelayan. Hasil tangkapan dalam bentuk segar dan kering umumnya untuk konsumsi lokal atau luar daerah. Pada tahun 2009 produksi perikanan tangkap laut dan umum mencapai 6.741,46 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 54.581.000.000,-, produksi perikanan budidaya tambak mencapai 3.703,10 ton dengan nilai produksi Rp. 12.736.000.000,-, produksi perikanan budidaya laut mencapai 216.960 ton dengan nilai produksi Rp. 542.400.000.000,-, produksi perikanan budidaya jaring apung dan sawah mencapai 90,50 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 1.175.000.000,- dan produksi perikanan budidaya kolam mencapai 890,20 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 1.339.000.000,-. Pengembangan potensi sumberdaya ternak di Kabupaten Morowali memiliki prospek yang cukup baik. Populasi ternak besar dan ternak kecil relatif cukup memadai dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat maupun untuk keperluan perdagangan antardaerah. Pada tahun 2009 jumlah populasi sapi sebanyak 17.564 ekor dengan produksi daging mencapai 357,01 ton, populasi kerbau sebanyak 794 ekor dengan nilai produksi daging mencapai 3,04 ton, populasi babi sebanyak 13.461 ekor dengan nilai produksi daging sebesar 287,36 ton dan populasi kambing sebanyak 4.115 ekor dengan nilai produksi daging mencapai 17,22 ton, populasi. Sedangkan populasi ayam kampung sebanyak 212.213 ekor dengan nilai produksi telur mencapai 127,33 ton, populasi ayam ras pedaging sebanyak 52.000 ekor, dan populasi itik sebanyak 9.245 ekor dengan nilai produksi telur mencapai 107,41 ton.
Pariwisata Kabupaten Morowali memiliki potensi wisata yang beragam. Mulai dari wisata alam sampai dengan wisata budaya yang cukup beragam . • Suku Wana. Suku ini memiliki karakteristik budaya yang khas dan sangat alami. Berada di wilayah kecamatan Bungku Utara dan suku ini menjadi salah satu tujuan kunjungan wisata lokal maupun asing. • Cagar Alam Morowali. Cagar alam Morowali ini terletak di Kecamatan Bungku Utara dengan luas + 225.000 Ha. Memiliki panorama alam yang lengkap serta beraneka ragam flora dan fauna, kawasan lindung ini terletak di Kecamatan Bungku Utara dan merupakan tempat bermukimnya Suku Wana, sehingga Cagar alam ini menjadi lebih lengkap. Pada wilayah ini juga terdapat 2 (dua) buah danau besar yaitu Danau Rano Bae dan Danau Rano Kodi. Bagi wisatawan yang senang menjelajahi gua-gua pada wilayah ini terdapat gua-gua karst dengan ornamen stalagtit dan stalagnit yang terpahat alam.
(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)
|