| Kab Tojo Una-una |
|
|
|
| Written by Webmaster |
| Monday, 07 November 2011 03:45 |
|
KABUPATEN TOJO UNA-UNA Kabupaten Tojo Una-Una memiliki kekayaan hayati yang beragam, salah satunya adalah jenis sayur-sayuran yang tumbuh subur di wilayah ini. Lombok merupakan komoditi sayuran dengan total produksi terbesar yakni 1.207 ton, Tanaman perkebunan dalam pengelolaannya dibagi atas dua golongan yaitu usaha perkebunan besar dan usaha perkebunan rakyat. Umumnya perkebunan yang berada di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una adalah merupakan perkebunan rakyat dengan luas kepemilikan bervariasi. Jenis tanaman perkebunan rakyat tersebut berupa tanaman kelapa, cengkeh, kopi, coklat, kemiri, jambu mente dan sagu. Kelapa merupakan komoditi unggulan dan menjadi primadona sektor perkebunan. Tahun 2009 jumlah produksi kelapa sebesar 29.003 ton dengan luas areal tanam sebesar 25.998 Ha. Selain kelapa, terdapat beberapa komoditi andalan Kabupaten Tojo Una-Una antaralain kakao, cengkeh, kopi dan kemiri. Pada tahun 2009 produksi kakao mencapai 8.501 ton dengan luas areal tanam sebesar 9.981 Ha, produksi cengkeh mencapai 825 ton dengan luas areal tanam sebesar 2.190 Ha, produksi kopi mencapai 256 ton dengan luas areal tanam sebesar 504 Ha dan produksi kemiri mencapai 245 ton dengan luas areal tanam sebesar 655 Ha. Potensi perikanan di Kabupaten Tojo Una-Una yang berada di kawasan strategis perairan Teluk Tomini cukup besar, usaha hasil tangkapan berupa ikan tuna, cakalang, layang, kerapu, kakap, napoleon, cumi-cumi, udang windu dan juga ikan hias. Potensi perikanan di Teluk Tomini sebesar 77.285 ton pertahun, dengan jumlah stok ikan perairan diperkirakan 196.753 ton pertahun yang terdiri dari jenis palagis besar seperti tuna, cakalang, cucut, tengiri dan jenis palagis kecil seperti layang, kembung, selar, teri serta ikan demersal seperti kakap merah, lencam, ekor kuning dan kerapu. Sedangkan potensi non ikan seperti cumi-cumi, teripang, mutiara dan rumput laut. Tahun 2009 jumlah produksi perikanan tangkap di Kabupaten Tojo Una-Una sebesar 6.355,77 ton dengan nilai produksi sebesar 26,555 miliar rupiah, sedangkan jumlah produksi perikanan budidaya sebesar 7.917,80 ton dengan nilai produksi 13,77 miliar rupiah. Jumlah rumah tangga perikanan yaitu 4.454 KK. Wilayah Kabupaten Tojo Una-Una yang terdiri dari daratan dan gugusan pulau-pulau kecil nan eksotik menyimpan potensi wisata yang luar biasa indah khususnya wisata bahari. Hal ini dibuktikan dengan pencanangan Kabupaten Tojo Una-Una sebagai salah satu daerah tujuan wisata melalui jalur wisata ”Makassar, Toraja, Tojo Una-Una” yang disingkat dengan MATOTO. Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una mencatat hingga tahun 2009 sebanyak 40 objek wisata yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari total objek wisata tersebut, 24 objek wisata merupakan objek wisata pantai, 7 objek wisata pegunungan, 1 objek wisata hutan dan 8 objek wisata budaya. Diantaranya : Penyediaan sarana dan prasarana penunjang pariwisata yang memadai merupakan salah satu titik berat dalam pengembangan sektor pariwisata. Salah satu sarana penunjang adalah sarana akomodasi. Hingga tahun 2009 jumlah sarana akomodasi wisata yang terdapat di Kabupaten Tojo Una-Una sebanyak 26 unit akomodasi yang terdiri dari 28 hotel, 3 penginapan, 7 losmen dan 12 cottages. Adat istiadat Kabupaten Tojo Una-Una masih memiliki struktur adat istiadat yang kuat dan tumbuh berkembang ditengah-tengah masyarakat, namun adat istiadat tersebut sudah mulai longgar, seiring dengan semakin dinamisnya interaksi sosial antar masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una. Adat istiadat dan budaya masyarakat masih berjalan berkelanjutan menurut peran dan fungsi sebagai manifestasi dari nilai-nilai tradisi yang melekat dan terus dipertahankan, sekaligus memberikan corak tradisi suatu entitas yang pada akhirnya akan melahirkan rasa kebanggaan terhadap daerah. Setiap tahun festival bahari Kepulauan Togean sebagai ajang promosi potensi seni budaya dan pariwisata. Beberapa kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una yang menarik dan memiliki keunikan tersendiri seperti upacara adat, musik dan kesenian tradisional serta sistim penangkapan ikan secara tradisional yang memiliki daya tarik untuk atraksi wisata. Jumlah perusahaan industri baru yang tercatat hingga tahun 2009 sebanyak 74 perusahaan, terdiri dari 24 industri aneka, 29 industri logam, mesin, elektronik dan kimia serta 21 industri hasil pertanian dan kehutanan. Keberadaan perusahaan industri baru berimplikasi pada terciptanya lapangan pekerjaan yang membuka kesempatan kepada para pencari kerja. Dari total 74 perusahaan industri yang ada, menyerap sebanyak 245 tenaga kerja baru. Adapun rinciannya adalah 58 orang sebagai tenaga kerja di industri aneka, 166 orang bekerja di industri logam, mesin elektronik dan kimia, serta 21 orang sebagai tenaga kerja baru pada industri hasil pertanian dan kehutanan. (Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah) |
| Last Updated on Wednesday, 09 November 2011 03:10 |







Kabupaten/Kota 


