|
Kondisi Infrastruktur Provinsi Sulawesi Tengah
Dalam rangka aksesibilitas dan mobilitas kegiatan ekonomi dari dan ke kantong-kantong produksi, peranan dan ketersediaan infrastruktur sangat urgen. Pada tahun 2009 kondisi infrastruktur jalan yaitu: - Panjang Jalan Negara 1.806,46 Km; terdiri dari jalan mantap sepanjang 1.321,43 Km (73%), dan jalan tidak mantap sepanjang 485,03 Km (27%). - Panjang Jalan Propinsi 2.037,06 Km; teridiri dari jalan mantap sepanjang 1.162,63 Km (57%), dan jalan tidak mantap sepanjang 874,38 Km (43%).
Dari sisi perhubungan laut; dalam rangka menunjang kelancaran pelayaran angkutan laut di Propinsi Sulawesi Tengah, terdapat 14 (empat belas) pelabuhan laut yakni 2 (dua) pelabuhan yang diusahakan yaitu Pelabuhan Pantoloan / Donggala dan Pelabuhan Laut Tolitoli. Terdapat 12 (dua belas) pelabuhan yang tidak diusahakan yaitu Pelabuhan Luwuk, Poso, Ampana, Parigi, Kolonedale, Pagimana, Bunta, Leok, Wani, Moutong, Ogoamas, dan Banggai serta 10 satuan kerja yang berfungsi sebagai pelabuhan pengawas dan pembinaan kegiatan kapal-kapal ukuran kecil dari dan ke lokasi tersebut. (Insert...Foto Pelabuhan Laut)
Dari segi perhubungan udara; Bandar Udara Mutiara Palu merupakan pintu gerbang utama masuk di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah saat ini telah menyiapkan pengembangan Bandar Mutiara Palu agar dapat didarati pesawat yang berbadan besar, tidak terbatas hanya mampu melayani pesawat jenis Boeing MD 80 / MD 82 / MD 83, Boeing 737-300 / 200, Fokker 28 / 100. Selain itu, di beberapa kabupaten terdapat pula Bandar Udara untuk penerbangan perintis seperti Bandar Udara Syukuran Aminudin Amir di Kabupaten Banggai yang dapat melayani jenis pesawat Boeing 737/200, Cassa 212, Fokker 100, 28, dan Fokker 27, Bandar Udara Lalos di Kabupaten Tolitoli dan Bandar Udara Pogogul di Buol.
(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)
|