| BANTUAN CSR—Sekolah di Sulteng dapat Bantuan Mebel Rotan |
|
|
|
| Written by Webmaster |
| Monday, 16 July 2012 00:00 |
|
Anggaran pengadaannya, kata Hajir Hadde, berasal dari dana tanggung jawa sosial (CSR-corporate social responsibility) perusahaan-perusahaan besar di Jakarta. Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah mengemukakan, meja-kursi rotan untuk sekolah-sekolah ini juga akan didistribusikan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dan Pidie, NAD dan beberapa daerah produsen rotan lainnya dengan jumlah ribuan unit. Pemberian meja-kursi rotan untuk sekolah-sekolah ini, kata Euis Saedah, diharapkan menjadi menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan rasa memiliki rotan sebagai kekayaan nasional dan komoditi yang mensejahterakan masyarakat mulai dari hulu (pemungut rotan sampai ke usaha industri. Euis menegaskan bahwa Kementerian Perindustrian tidak memiliki dana untuk pengadaan kursi rotan bagi sekolah-sekolah tersebut tetapi mengajak perusahaan untuk terlibat dan kursi-kursi pesanan perusahaan tersbeut akan dikerjakan oleh IKM-IKM rotan di berbagai daerah. “Kami juga sudah menyurati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mulai 2013 bisa mengalokasikan anggaran pembelian kursi dan meja dari rotan untuk sekolah-sekolah, baik SD, SMP maupun SMU,” ujarnya. Surat tersebut, kata Euis, mendapat respons positif dan pihak Kemdikbud sudah meminta spesifikasi teknis soal kursi dan meja rotan untuk sekolah serta harga keekonomiannya. “Kami sudah meneliti kelaikan kursi rotan untuk sekolah, dan ternyata kursi rotan lebih lentur dan awet dibandingkan kursi kayu, meski diakui harganya sedikit lebih tinggi dari harga kursi kayu,” ujarnya. Kemenperin gencar mendorong penggunaan produk-produk bahan jadi rotan di semua sektor untuk menghidupkan industri rotan di Indonesia sehubungan dengan ditutupnya kran ekspor rotan setengah jadi. “Ketika ekspor rotan setengah jadi dibuka, ribuan usaha industri rotan di Jawa gulung tikar dan puluhan ribu pekerjanya menganggur. Selain itu, nilai tambah rotan hanya dinikmati oleh negara lain, itu sebabnya ekspor rotan setengah jadi ditutup untuk sementara,” ujarnya. (ant/mnk) (Sumber: Bisnis KTI) |










PALU–Sejumlah sekolah mulai tingkat SD hingga SMA di Sulawesi Tengah menerima bantuan sebanyak 6.900 unit meja dan kursi rotan secara gratis dari dana tanggung jawa sosial (CSR-corporate social responsibility) sejumlah perusahaan besar di Jakarta. “Mebel rotan tersebut untuk puluhan SD sampai SMU di Kota Palu dan lima kabupaten lainnya, ” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Muh Hajir Hadde di Palu, Sabtu.
“Untuk tahap pertama, kami mendapat 6.900 unit dulu, tahun depan akan lebih banyak lagi karena pengadaannya akan menggunakan dana APBN dan APBD provinsi,” katanya. Di sela-sela kunjungan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah di SD Inpres 4 Birobuli yang akan menerima 80 unit mebel rotan itu, Hajir Hadde mengemukakan, setiap unit mebel terdiri atas sebuah meja dan dua kursi.