|
Kondisi Sosial Provinsi Sulawesi Tengah
Pendidikan
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya Sumberdaya Manusia (SDM) yang berkualitas. Untuk itu pembangunan pendidikan dan kesehatan menempati posisi urgen dalam skala prioritas terus ditingkatkan.
Dalam bidang pendidikan, peningkatan sumber daya manusia lebih diutamakan dengan memberi kesempatan kepada penduduk usia sekolah serta luasnya wilayah yang harus dijangkau merupakan faktor yang cukup berpengaruh disamping faktor-faktor lainnya dalam menjalankan program-program pendidikan yang berimplikasi terciptanya SDM yang handal dan siap bersaing di era globalisasi.
Keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan di Provinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: Angka Melek Huruf, Rata-rata lama sekolah, Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM).
Dari kurun waktu periode tahun 2006-2009, angka melek huruf di Sulawesi Tengah trendnya cenderung meningkat dan termasuk kategori tinggi yaitu berada di kisaran 94,90-95,78 persen dalam tahun 2006-2009, ini mengindikasikan bahwa kemampuan membaca dan menulis penduduk usia 15 tahun keatas semakin membaik. Seiring dengan hal tersebut, juga diikuti dengan meningkatnya angka rata-rata lama sekolah, dimana pada tahun 2006 angka rata-rata lama sekolah mencapai 7,68 tahun meningkat menjadi 7,89 tahun di tahun 2009, atau terjadi peningkatan sebesar 0,21 point selama empat tahun. ini mengindikasikan bahwa pembangunan di bidang pendidikan, telah dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada di Sulawesi Tengah, hasil tersebut perlu terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas layanan fasilitas.
Dari segi Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM), juga terus menunjukan trend yang semakin membaik, hal ini dapat dilihat pada gambar berikut:
Untuk Angka Partisipasi sekolah Kasar penduduk di Sulawesi Tengah jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK) selama periode tahun 2006-2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana: 1) APK untuk SD/MI; dari 100,66 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 116,50 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 15,85 persen point. 2) APK untuk SMP/MTs; dari 56,58 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 81,79 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 25,21 persen point. 3) APK untuk SMA/SMK; dari 36,25 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 62,74 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir sebesar 30,49 persen point.
Untuk Angka Partisipasi Murni (APM) tahun 2006-2010, jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs dam SMA/SMK) mengalami siklus konjungtur akan tetapi selama selang lima tahun (2006-2010) mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana: 1) APM untuk SD/MI; dari 94,03 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 96,63 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 2,60 persen point. 2) APM untuk SMP/MTs; dari 42,43 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 53,24 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir yaitu sebesar 10,81 persen point. 3) APM untuk SMA/SMK; dari 38,05 persen pada tahun 2006 meningkat menjadi 43,12 persen di tahun 2010, atau terjadi peningkatan selama lima tahun terakhir sebesar 5,07 persen point.
Kesehatan
Dalam bidang kesehatan, pemerintah telah berupaya secara optimal dalam membangun derajat kesehatan masyarakat melalui kebijakan pembangunan kesehatan yang dijewantahkan dalam bentuk pelaksanaan program dan kegiatan. Perbaikan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah terus menunjukan perkembangan yang membaik, hal ini ditunjukan dengan indikasi adanya Angka Usia Harapan Hidup (UHH) yang cenderung meningkat setiap tahunnya dari 65,4 tahun pada tahun 2006 meningkat menjadi 68,92 tahun di tahun 2009; Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2006 AKB mencapai 59 kematian per 1000 kelahiran hidup, menurun menjadi 58 kematian per 1000 kelahiran hidup di tahun 2009; Angka Kematian Ibu (AKI); dari 311 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2006 menurun menjadi 229 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2009; dan prevalensi Gizi Kurang; dari 13,50% pada tahun 2006 turun menjadi 10,45% di tahun 2009.
(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)
|