forex trading logo

Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Czech English French German Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

Link SKPD

LPSE SULTENG

Bappeda Sulteng

dishubkominfo.sulteng.go.id

Dinas Pekerjaan Umum Daerah Provinsi Sulteng

ESDM SULTENG

Dinas Kesehatan Daerah Sulteng

Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Propinsi Sulteng

Dinas Pendidikan Daerah Sulteng

KUMPERIND.SULTENG.GO.ID

DINAS SOSIAL DAERAH SULTENG

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

BKPPD SULTENG

Dinas Kelautan & Perikanan Sulteng

Dinas Pertanian

BADAN KESBANGPOL LINMAS SULTENG

Biro Hukum

KP2TD SULTENG

disbudpar.sulteng.go.id

INSPEKTORAT.SULTENG.GO.ID

Home Kondisi Ekonomi
Kondisi Ekonomi PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Tuesday, 01 November 2011 02:47

Kondisi Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah

Selama tahun 2006-2010, Capaian ekonomi makro Sulawesi Tengah menunjukan trend yang terus membaik, hal ini ditunjukan dengan indikasi sebagai berikut:

•    PDRB Sulawesi Tengah berdasarkan harga konstan tiap tahunnya mengalami peningkatan yakni dari 12,6 triliun rupiah tahun 2006, menjadi 13,69 triliun rupiah tahun 2007, tahun 2008 meningkat menjadi 14,74 triliun rupiah, tahun 2009 menjadi 15,87 triliun rupiah serta meningkat menjadi 17,44 triliun rupiah tahun 2010, atau terjadi peningkatan PDRB sebesar 4,7 persen selama empat tahun terakhir (2006-2010).
•    Laju pertumbuhan ekonomi Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2005 sebesar 7,57 persen meningkat menjadi 7,82 persen pada tahun 2006, pada tahun 2007 naik menjadi 7,99 persen, dan tahun 2008 turun menjadi 7,76 persen, tahun 2009 sedikit mengalami perlambatan menjadi 7,66 persen dan meningkat cukup signifikan pada tahun 2010 yaitu sebesar 7,79 persen, atau terjadi peningkatan sebesar 0,22 persen point selama lima tahun terakhir (2005-2010).
•    PDRB Perkapita berdasarkan harga berlaku tahun 2006 sebesar 8,22 juta rupiah, meningkat pada tahun 2007 menjadi 9,07 juta rupiah, dan tahun 2008 mencapai 11,34 juta rupiah, tahun 2009 mencapai 12,92 juta rupiah meningkat menjadi 14,86 juta rupiah pada tahun 2010, atau terjadi peningkatan sebesar 6,64 juta rupiah selama empat tahun terakhir (2006-2010).

Selama 5 (lima) tahun terakhir (2006-2010) sekitar 85 persen output perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah berasal dari sektor Primer dan Tersier.

Perkembangan inflasi Kota Palu selama periode tahun 2006-2010 menunjukan perkembangan yang fluktuatif. Pada tahun 2010 laju inflasi di Kota Palu sebesar 6,4 persen, angka ini naik 0,67 persen point jika dibandingkan tahun 2009. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di tahun 2008 yaitu sebesar 10,4 persen, pemicunya adalah adanya kenaikan BBM yang berimplikasi pada kenaikan harga sembilan bahan pokok.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Januari 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada bulan Januari 2011 terjadi inflasi sebesar 1,13 persen, dengan indeks dari 128,70 pada Desember 2010 menjadi 130,16 pada Januari 2011. Laju inflasi tahun kalender (Januari 2011) sebesar 1,13 persen, sementara laju inflasi “year on year” (Januari 2011 terhadap Januari 2010) sebesar 7,48 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks yang cukup tinggi pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 3,45 persen. Selain itu Kelompok Bahan Makanan, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar, dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan juga mengalami kenaikan indeks masing-masing sebesar 1,45 persen; 0,22 persen; dan 0,46 persen.

Sementara Kelompok Sandang, Kelompok Kesehatan, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar -0,18 persen; -0,88 persen; dan -0,06 persen.

(Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah)

Last Updated on Wednesday, 09 November 2011 03:16
 


Copyrigh © 2001 - 2011 Situs Resmi Pemda Propinsi Sulawesi Tengah - All Rights Reserved - Penampilan ke-3 Sejak online Tahun 2001 - di Kelola Oleh BAPPEDA SULTENG.