|
Potensi Sektor Pertambangan Provinsi Sulawesi Tengah Di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah terdapat potensi bahan galian dan mineral yang cukup berlimpah. Sumberdaya bahan galian dan mineral antara lain bahan galian golongan A (strategis) yaitu minyak dan gas bumi, batubara dan nikel; bahan galian golongan B (vital) antara lain emas, molibdenum, chronit, tembaga dan belerang; dan bahan galian golongan C (bukan strategis dan vital) antara lain sirtukil, granit, marmer, pasir kuarsa, pasir besi dan lempung.
Potensi Minyak Bumi antara lain terdapat di Kabupaten Morowali, Donggala, Banggai dan Parigi Moutong. di Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali terdapat di lapangan Minyak Tiaka Blok Trili yang terletak 17 mil dari garis pantai. Cadangan minyak dilapangan Tiaka sebesar 106.56 Million Barrel Oil/juta Barrel minyak (MMBO). Potensi minyak bumi yang terdapat di Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai memiliki kapasitas 16,5-23 juta barrel per tahun dengan total kapasitas produksi 6.500 Barrel (BOPD) yang diperoleh dari enam sumur, dan produksi rata-rata setiap sumur yaitu 1.100 BOPD. Disamping itu, Kabupaten Banggai juga memiliki potensi gas alam cair yang terdapat di Donggi-Senoro dengan perkiraan cadangan sebesar 20-28 trilyun kaki kubik (tcf), jumlah kandungan gas di ladang-ladang Donggi-Senoro besarnya dua kali lipat dibandingkan sisa kandungan yang terdapat di ladang gas alam Arun di Aceh yang jumlahnya mencapai 14 tcf.
Selain potensi minyak bumi dan gas alam tersebut, Sulawesi Tengah juga memiliki potensi pertambangan. Potensi emas di Sulawesi Tengah terdapat di Kota Palu (Kecamatan Palu Selatan dan Palu Utara), dengan luas wilayah tambang 561.050 Ha, Kabupaten Parigi Moutong (Kecamatan Parigi dan Moutong) dengan luas wilayah tambang 46.400 Ha, Kabupaten Buol (Kecamatan Paleleh, Bunobogu, Dondo) dengan luas wilayah tambang 746.400 Ha, Kabupaten Poso (Kecamatan Lore Utara) dengan luas wilayah tambang 19.180 Ha, dan Kabupaten Sigi (Kecamatan Sigi Biromaru) dengan luas wilayah tambang 228.700 Ha.
Secara umum potensi pertambangan yang terdapat di Sulawesi Tengah dapat dilihat pada tebel berikut:
Tabel 2.16 Potensi Pertambangan Di Sulawesi Tengah
|
No.
|
Bahan Galian
|
Ciri Khas - Lokasi
|
Keterangan
|
|
I.
|
Batuan Ornamen/poles
|
|
|
|
1
|
Granit, Granodiorit, Gabro,
|
Granit warna Merah Daging
|
Gabro di Kab. Donggala pernah
|
|
|
Basal, Dasit dan Andesit
|
terdapat di Kab. Banggai Kepulauan
|
ditambang yang dipasar disebut
|
|
|
|
Granit Warna abu-abu, Abu-abu
|
Granit HI
|
|
|
|
gelap terdapat di Kab. Donggala,
|
TAM
|
|
|
|
Parigi Moutong dan Tolitoli
|
|
|
2
|
Marmer/pualam dan Sarpentin
|
Marmer Hijau terdapat di Kab. Tojo Una una, Parigi Moutong dan Poso Marmer Coklat, Putih, Krem dan Abu-abu terdapat di Kab. Morowali dan Kab. Banggai
|
Marmer Hijau-Muda pernah dieksploitasi di Poso dan Morowali.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Marmer Coklat Kemerahan
|
|
|
|
|
terdapat di Kab. Parigi Moutong
|
|
|
|
Marmer Coklat terdapat di kab. Morowali
|
|
|
II.
|
Batuan Bahan Konstruksi
|
|
|
|
3
|
Sirtukil
|
Terdapat Kota Palu dan disemua
|
Material berasal dari rombakan
|
|
|
|
Kabupaten se Sulawesi Tengah
|
batuan yang terdiri dari batuan
|
|
|
|
|
Granit, Granodiorit, Basal, Gabro,
|
|
|
|
|
Andesit, Dasit, Serpentinit, Dunit,
|
|
|
|
|
juga dari Breksi dan Konglomerat
|
|
|
|
|
Di Kab. Donggala dan Kota Palu
|
|
|
|
|
diantar-pulaukan ke Kalimantan Timur.
|
|
III.
|
Mineral Non Logam lainnya
|
|
|
|
4
|
Batugamping
|
Kab. Donggala, Buol, Poso, Banggai
|
Kab. Donggala, Banggai
|
|
|
|
Kepulauan dan Morowali
|
Kepulauan mempunyai potensi
|
|
|
|
|
Bahan Baku Semen yang sudah
|
|
|
|
|
melalui studi Kelayakan dan
|
|
|
|
|
AMDAL.
|
|
5
|
Lempung
|
Disemua Kabupaten se Sulawesi
|
Sebagian baru dimanfaatkan
|
|
|
|
Tengah
|
dalam pembuatan batu bata,
|
|
|
|
|
Genteng dan batako.
|
|
6.
|
Pasir Kwarsa
|
Kab. Donggala, Parigi Moutong,
|
Umumnya mempunyai kadar
|
|
|
|
Tolitoli dan Banggai Kepulauan
|
SiO3 kurang dari 75 %
|
|
7.
|
Gypsum
|
Kab. Banggai Kepulauan dan Kota Palu
|
Dipersiapkan untuk Pabrik Semen
|
|
|
|
|
di Banggai Kepulauan
|
|
8.
|
Talk
|
Kab. Banggai, dan Tojo Una-una
|
Berupa Sisipan pada batuan
|
|
|
|
|
batuan Ultrabasa
|
|
9.
|
Dolomit
|
Kab. Banggai
|
Sebagai bahan baku Kapur
|
|
|
|
|
Pertanian (Kaptan), Kadar Mg 03
|
|
|
|
|
( Magnesium ) sampai 35 %
|
Sumber: Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Profil Pertambangan Tahun 2010.
yang terbarukan dan tidak terbarukan, yaitu antara lain:
- Gas Bumi : 9,6 triliun kaki kubik
- Panas Bumi : 378 mWe
- Sumber Energi Terbarukan:
- Air : 1.001,980 MW
- Matahari : 5.512 kWh/m2
- Angin : 2 – 5 m/s
- Biogas : 19.026 kW
- Luas Lahan Kritis Untuk Budi Daya Tanaman Jarak Pagar (Biofuel) : 260.070 ha.
Potensi energi air di Sulawesi Tengah cukup banyak baik skala besar (PLTA), menengah (PLTM) maupun skala kecil (PLTMH). Salah satu potensi tenaga air skala besar yang yang ada di Sulawesi Tengah adalah potensi tenaga air sungai Sulewana yang memiliki 3 titik potensi yaitu PLTA poso-1 dengan kapasitas 50 MW, PLTA Poso-2 dengan kapasitas 180 MW dan PLTA Poso-3 360 Mw. Yang sementara dibangun (dalam tahap konstruksi) adalah PLTA Poso-2 dengan kapasitas 180 MW oleh PT. Poso Energy. Sedangkan potensi energi air skala besar yang sedang dalam proses perizinan adalah PLTA Gumbasa dengan kapasitas 45 MW yang akan dikerjakan oleh PT . Gumbasa Energy. Potensi tenaga air skala (mini) yang sedang dibangun adalah PLTM Tomini - 2 dengan kapasitas 2 x1 MW oleh Pikitring Sulmapa dengan kemajuan pembangunan sudah mencapai 78,48 %. Potensi tenaga air di Propinsi Sulawesi Tengah masih banyak yang belum dimanfaatka terutama potensi skala menengah (PLTM) dan kecil (PLTMH). Untuk Potensi Panas Bumi terdapat dibeberapa titik yang tersebar di Kabupaten Poso dan Donggala dengan potensi berkisar antara 20 s/d 40 Mwe. Sulawesi Tengah mempunyai intensitas sinar matahari cukup tinggi karena dilalui garis khatulistiwa. Penyebaran matahari rata-rata 64 – 78 %, yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif dengan memanfaatkan Solar Home System (SHS) khususnya di daerah pedesaan. Secara geografis kedudukan Sulawesi Tengah mempunyai garis pantai yang panjang kurang lebih 1.112 km sehingga angin memang cukup banyak dan kencang bertiup didataran, dimana hal ini merupakan potensi energi yang dapat dimanfaatkan, baik untuk pembangkit listrik maupun untuk tenaga penggerak bagi mesin-mesin tertentu. Kecepatan rata-rata angin di Sulawesi tengah setiap bulannya berkisar antara 2–5 m/s.
|